Gemerlap Lampu Hias di Trenggalek Saat Lebaran Kian Jadi Trend Istimewa

TGX News, Heritage – Trenggalek punya cara unik dalam mengistimewakan suasana Idulfitri. Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat di pedesaan bergotong royong menghias jalan desa dengan deretan lampu LED berwarna-warni yang menciptakan pemandangan ceria di malam hari.

Setiap menjelang Idulfitri, warga Trenggalek, terutama di desa-desa, sibuk mempercantik lingkungan mereka. Gapura desa dihiasi ornamen khas, sementara jalan-jalan utama dipenuhi lengkungan lampu yang membentuk lorong cahaya. 

Dekorasi lampu hias ini bagian dari tradisi yang sudah berlangsung selama beberapa tahun. Salah satunya berada di Desa Widoro, Kecamatan Gandusari.

Semarak suasana lebaran di Trenggalek, jalan desa dipenuhi lampu hias.

Ketua RT setempat, Sudarman, mengungkapkan bahwa seluruh hiasan yang dipasang merupakan hasil kreativitas warga yang dilakukan secara swadaya.

“Ini memang sudah menjadi tradisi setiap menjelang Lebaran. Warga dengan sukarela menyisihkan dana untuk membeli lampu dan pernak-pernik lainnya. Selain membuat kampung lebih meriah, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya

Tradisi ini tak hanya memperindah kampung, tetapi juga memperkuat ikatan sosial. Warga dari berbagai usia turun tangan membantu pemasangan lampu. Ada yang memasang di atas tangga, ada yang menata kabel, sementara anak-anak dengan antusias membantu semampunya.

Sujiono, salah seorang warga, menyebut bahwa tradisi ini selalu disambut dengan antusias oleh semua warga.

“Setiap tahun, kami selalu semangat menghias kampung. Ini dapat menciptakan rasa kebersamaan di antara kami,” katanya

Jalan desa yang dihiasi lampu warna-warni ini  ternyata juga menarik perhatian orang di luar daerah. Banyak warga dari daerah sekitar yang datang bersilaturahmi dengan saudara sekaligus menikmati suasana atau berfoto di lorong-lorong cahaya yang Instagrammable.

“Kalau malam, suasananya indah banget. Warna-warni lampu bikin kampung jadi hidup dan berkesan. Ini bagus buat foto-foto,” kata Rina, salah satu warga dari Tulungagung.

Menjaga Tradisi Melalui Gaya Baru

Warga bergotong royong memasang lampu hias.

Di tengah modernisasi dan perubahan gaya hidup, warga Trenggalek tetap menjaga kebiasaan ini sebagai tradisi lama dengan gaya baru guna mempererat solidaritas. 

Dahulu kala, kebiasaan menghias jalan desa tersebut cukup dengan memasang oncor (bambu yang diisi minyak dan diberi sumbu) ataupun ublik (botol kaca diisi minyak dan sumbu).

Sudarman, dalam ingatannya menjelaskan, oncor dan ublik telah berubah menjadi lampu neon untuk mengikuti perkembangan zaman. Terlebih semua hal tersebut disiapkan secara mandiri oleh warga.

“Dulu dihias dengan oncor dan obor, tapi kemudian warga menyepakati untuk bergabti dengan lampu-lampu ini” jelasnya.

Setiap tahun, gemerlap lampu di di Trenggalek kian lebih banyak. Tak hanya di Desa Widoro semata, kini jika Anda berjalan-jalan di desa-desa Trenggalek dalam suasana lebaran, akan mudah menemukan gemerlap lampu di setiap lorong-lorong jalan desa, tentu saja terlihat indah dimalam hari.

Artikel Lainnya